Fungsi Panduan TWRP Recovery

2 min read

Fungsi panduan TWRP Recovery

Fungsi panduan TWRP recovery pada umumnya di smartphone Android terdapat recovery bawaan, tetapi dalam bentuk pre-installed.

Karena fiturnya pre-installed dan bawaan dari smartphone Android, tentu mempunyai keterbatasan dalam fitur maupun penggunaan. Biasanya, recovery bawaan ini di beberapa merek smartphone berbeda-beda namanya:

  • Lenovo dinamakan Lenovo Recovery
  • OPPO dinamakan ColorOS Recovery
  • Xiaomi dinamakan Mi Recovery
  • Samsung dan beberapa smartphone merek lain menggunakan Android Recovery

Biasanya, untuk mengoptimalkan fitur atau kinerjanya, tidak sedikit pengguna Android yang menggunakan custom recovery dengan fitur-fitur di dalamnya yang dapat dengan mudah digunakan.

Berikut ini merupakan fungsi panduan TWRP recovery, di mana salah satu custom recovery yang banyak digunakan oleh pengguna Android saat ini.

Pengertian TWRP Recovery

TWRP Recovery

TWRP recovery yang merupakan singkatan dari team win recovery project (TWRP) adalah software open-source dalam mempermudah pengguna Android melakukan perbaikan ataupun instalasi pada operating system (OS) Android dengan sifat yang open-source.

TWRP ini bukan salah satu sistem bawaan, melainkan dibuat oleh komunitas penggemar smartphone Android.

Setidaknya, terdapat beberapa perbedaan yang paling mendasar dibandingkan dari sebuah recovery biasa, yang mana akan terdapat sedikit perbedaan dari sisi tampilan.

Recovery ini dapat dipakai atau digunakan sebagai utilitas pada smartphone, seperti:

  • Menghapus data cache pada smartphone
  • Mengembalikan data smartphone ke tanggal sebelumnya
  • Memasang custom ROM
  • dan masih banyak lagi lainnya

Fungsi Panduan TWRP Recovery

Fungsi panduan TWRP Recovery

1. Install

Menu install ini digunakan untuk memasang / flash berkas .zip maupun .img, seperti patch, mod, magisk, SuperSU, ROM, dan lain sebagainya.

2. Backup

Seperti namanya, menu backup ini digunakan dalam melakukan backup partisi pada perangkat atau device.

Menariknya, di beberapa versi TWRP mendukung backup IMEI, modem, persist, dan beberapa partisi penting yang lain.

3. Restore

Hampir mirip seperti backup, restore digunakan untuk mengembalikan hasil dari backup tersebut. Ada beberapa opsi yang dapat dipilih:

  • Select package to restore. Daftar berkas hasil backup sebelumnya.
  • Select storage. Memilih media penyimpanan lain di mana kamu menyimpan dari hasil backup yang dilakukan.

4. Wipe

Menu wipe digunakan dalam menghapus maupun memformat partisi. Beberapa partisi yang dapat dilakukan ialah pada system, data, cache, dalvik, SD Card, USB OTG, external storage, dan lainnya.

Sementara itu, pada wipe itu sendiri terdapat sebanyak pilihan atau opsi yang ditawarkan:

  • Factory reset. Menu factory reset digunakan saat ingin memasang custom ROM.
  • Advanced wipe. Menu advanced wipe digunakan untuk memilih partisi mana saja yang ingin di-format seperti dalvik, cache, data, internal storage, system, dan SD Card.

5. Mount

Menu mount digunakan untuk memuat data, baik itu data dari USB OTG maupun dari MicroSD untuk dapat dipasangkan ke dalam sistem Android.

Menggunakan menu mount, artinya kamu bisa memuat USB flashdisk dengan cara melalui pilihan MicroSD maupun USB OTG pemasangan ROM Android dari MicroSD maupun flash disk.

6. Settings

Settings atau biasa disebut sebagai pengaturan merupakan menu yang digunakan dalam mengatur fungsi dari TWRP recovery itu sendiri.

Ada berbagai macam hal yang dapat dilakukan melalui settings atau pengaturan ini, seperti mengubah bahasa, screen timeout, kecerahan layar, vibrasi, timezone, dan berbagai macam pengaturan lain.

7. Advanced

Menu advanced merupakan menu tingkat lanjut, di mana ada beberapa macam pengaturan yang dapat dilakukan:

  • Copy log, digunakan untuk menyalin log dari proses TWRP menuju penyimpanan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan pengecekan apabila terjadi error.
  • Fix contexts, di beberapa mod yang mengakibatkan terjadinya perubahan di selinux device, dapat dilakukan perbaikan menggunakan pilihan ini.
  • File manager, mirip seperti fungsi file manager biasanya yang digunakan dalam menyalin, memindahkan file, mengganti nama file, dan lain sebagainya.
  • Terminal, mirip halnya seperti command prompt (CMD) pada sistem operasi Windows.
  • Reload theme, digunakan dalam memulai ulang tema.
  • ADB sideload, digunakan untuk mengirim file dari perangkat desktop ke perangkat smartphone.
  • Disable verify, melakukan nonaktif proses verifikasi terhadap berkas yang nantinya akan dipasang.

Baca Juga: Cara Menggunakan IDM Android

8. Reboot

Seperti namanya, menu ini digunakan untuk melakukan reboot. Beberapa fitur yang ada di dalam menu reboot seperti:

  • System, masuk ke dalam menu utama (home screen) dalam menyalakan smartphone.
  • Power off, mematikan smartphone.
  • Recovery, masuk ke dalam mode TWRP recovery.
  • Bootloader, masuk ke dalam mode fastboot.

Akhir Kata

TWRP Recovery

Fungsi panduan TWRP recovery di atas dapat mulai dicoba dan dilakukan pada smartphone yang memang akan diimplementasikan dalam pemasangannya.

Intinya, TWRP recovery ini menjadi salah satu custom recovery Android yang hampir mirip dengan recovery bawaan, melainkan ada penambahan dalam beberapa fitur yang ada di dalamnya.

Biasanya, fungsi panduan TWRP recovery ini digunakan bagi kamu yang ingin memperoleh fitur recovery secara lebih banyak dan optimal, dibanding sekadar melakukan cache dan reset saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.